Tim Presiden Tidak Canggih, Kurang Briefing Jokowi ~ Fahri Hamzah


Upload : 10 Okt 2018
Channel  : inShaa Channel
Duration : 10.37
11.816   176   19


Pertemuan IMF Word Bank terselenggara di Bali. Kontroversial pendanaannya mencuat lantaran besaran biaya yang digunakan, sementara kondisi Indonesia yang sedang dilanda bencana. "Memang aneh, ada bencana besar tapi ada pesta anggaran pertemuan IMF Bali. Mau kemana negeri ini?" Demikian suara netizen.

Andi Arief, politisi Partai Demokrat sempat mengkritik hal tersebut. Hanya saja setelah ada penjelasan dari Jokowi, a menulis di Twiternya,

Namun, setelah

Namun kemudian, ada pernyataan kontrvoersial dari Presiden Indonesia, Joko Widodo, bahwa rombongan peserta membiayai sendiri. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah tidak menanggung biaya rombongan yang datang ke sidang tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) Bank Dunia. Anggaran dari pemerintah hanya untuk menunjang infrastruktur Bali sebagai tempat penyelenggara. "Mereka (tamu undangan) membiayai sendiri kok, hotelnya bayar sendiri, makan juga bayar sendiri," ungkap Jokowi.

Andi Arief pun mencabut kritiknya dengan menulis, "Saya tarik semua kritik saya soal Pertemuan IMF Bali setelah saya dengar Pak Jokowi bilang bahwa IMF dan Bank Dunia yg membiayai pertemuan itu. Saya bener-bener kaget, sekali lagi kaget."

Pernyataan Jokowi di atas kemudian banyak yang membantahnya, karena memang anggaran pertemuaan ini sudah ditetapkan. Nampak ketidaksamaan data yang muncul. Andi Arief pun menulis,
"Pertemuan IMF Bali
Kata Depkeu biaya hampir 7 T
Kata Pak Luhut sudah hampir 700 M
Kata Pak Jokowi IMF membiayai sendiri
Apa kata dunia
Kalau Kata Presiden tak dipercaya"

Presiden Jokowi yang sering berbeda dengan para menterinya ini, seringkali terjadi. Terbaru, soal kenaikan BBM Premium. Setelah ditetapkan naik pada 10/10/2018, sejam kemudian dicabut kembali. Banyak kritik tindakan tersebut. Fahri Hamzah pun bersuara dengan menyitir BBM kok seperti gorengan.

Fahri Hamzah menilai, hal yang terjadi pada presiden ini disebabkan Jokowi kurang Briefing. Tim Presiden Jokowi kurang canggih sehingga presiden pun nampak kurang canggih. Ini karena tim tidak membriefing presiden.

Fahri Hamzah dengan lantang menyebutkan, jika di pemilu 2019 nanti Jokowi terpilih kembali, tim yang ada harus dibuang semua. Tidak banyak membantu presiden.

Comments

Download Links

    Fast Download




AD Code

For Mobile And PC


AD Code

For Mobile And PC